'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
‘Aisyiyah Sumedang Berbagi Ilmu bersama Teman-Teman Difabel
29 Juni 2022 19:25 WIB | dibaca 58

‘Aisyiyah sebagai organisasi Islam menjunjung tinggi toleransi dan inklusi, seperti yang diajarkan dalam Islam bahwa semua manusia memiliki derajat dan posisi yang sama. Selama masih sesuai dengan ajaran agama dan ketentuan penciptaan dari Allah Swt. Begitu pula dengan teman-teman difabel, ‘Aisyiyah sangat menghargai dan memiliki pandangan bahwa difabel pun membutuhkan bimbingan dan peningkatan kapasitas, salah satunya di bidang kesehatan.

Dari latar belakang pemikiran tersebut, maka Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sumedang melaksanakan seminar yang bertema “Peran Gizi Seimbang dan Kesehatan Reproduksi bagi Difabel di Kabupaten Sumedang. Kegiatan yang dilaksanakan pada 29 Juni 2022 ini dihadiri oleh peserta dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah Sumedang.

Pada sesi pertama Ike Medyawati dari Majelis Kesehatan PDA Sumedang memaparkan materi mengenai pentingnya pola makan dan kandungan gizi seimbang dalam makanan untuk kesehatan tubuh. Ike juga menerangkan tips-tips menyiapkan makanan dengan gizi seimbang untuk asupan keluarga.

“Teh juga salah satu yang menjadi penghalang untuk penyerapan zat-zat bergizi. Kenapa? Karena ketika kita minum teh setelah makan, maka zat-zat bergizi yang dibutuhkan oleh tubuh akan terserap oleh teh. Maka dari itu tidak disarankan minum teh setelah makan,” kata Ike di salah satu sesi materinya, menerangkan tentang kebiasaan minum teh setelah makan yang ternyata kurang baik.

Sesi kedua dimulai dengan keceriaan Bidan Rika dari Klinik Pratama ‘Aisyiyah Sumedang yang menerangkan pentingnya kesehatan reproduksi. Rika juga menerangkan bahwa memiliki perencanaan dalam berkeluarga adalah hal yang penting dan akan mempengaruhi faktor-faktor kehidupan masyarakat.

Rika menjelaskan bahwa menjaga kesehatan alat reproduksi baik bagi perempuan dan laki-laki adalah hal yang penting. Salah satunya adalah dengan perilaku seks aman, yaitu hanya dilakukan antara pasangan suami istri saja. Karena penyakit reproduksi sangat mudah untuk menular.
 
Selama seminar, peserta sangat antusiasme mengikutinya. Dilihat dari banyaknya peserta yang bertanya, dan komunikatif dua arah pada saat pemberian materi. Kegiatan pun mendapat apresiasi dari peserta. Para peserta difabel sangat senang dengan diadakannya kegiatan untuk kaum difabel. Salah satu peserta juga berharap bahwa kegiatan sejenis ini yang diperuntukan untuk kaum difabel bisa diadakan lagi khususnya oleh ‘Aisyiyah Sumedang, karena dirasa sangat bermanfaat dan cukup jarang ada kegiatan seperti ini di Kabupaten Sumedang.
Shared Post: